Hari ini hari Kamis, besok Jumat, dan kemarin Rabu. Gak ada ujan gak ada kentut aku pingin keluar sambil nyarik novel Manusia Setengah Salmon-nya Raditya Dika. Dan akhirnya, selama berabad-abad aku belum mandi, hari ini tanggal 5 bulan Januari tahun 2012, saya proklamasikan bahwa hari ini saya mau mandi. Setelah mandi dan ritual sucipun telah dilakukan. aku langsung pergi, oh sayang beribu sayang aku baru inget kalo kendaraan di rumah ini udah dipake ama penunggu yang lain. Akhirnya aku putusin untuk jalan kaki.
Wahana pertama yang aku tuju adalah Toko Buku Togamas, setelah berdetik-detik aku cari buku Manusia Setengah Salmon di kumpulan rak buku ternyata gak ada. Aku coba buat tanyak ama mbak-mbak kasir.
"Mbak, Manusia Setengah Salmon ada?" kataku penuh nafsu.
"Apa dek? Salmon? Maaf dek ini bukan pasar ikan." jawabnya enteng.
"Bukan salmon, mbak!" kataku semakin nafsu
"Lah terus apa?' kata mbak-mbak kasir plonga plongo.
"MANUSIA SETENGAH SALMON MBAK!" jawabku penuh amarah, dendam, dan dengki.
"Oh itu..." "Kenapa mabak? Ada?" aku selat sambil mata gue berbinar-binar
"Gak ada dek." kata mbak-mbak kasir betapa entengnya.
"Kenapa gak bilang dari tadi sih mbak?" jawabku sewot.
"Karena kamu gak tanyak dek!" gak kalah sewot "Wow jawaban yang klasik" dalam benakku.
"Okedeh mbak, gue cari di toko yang lain!" kata gue penuh kasih sayang.
"Oke silakan!" penuh amarah
"Oke mbak saya pergi!" jawabku
"Ya, sana!" sambil ngusir aku kayak ngusir kucing garong.
"Yakin mbak, mau ngusir saya?" kataku polos
"DASAR ANAK MONYET!" jawabnya penuh amarah.
Lantas aku pergi dengan tamparan tiga kata penyejuk hati "DASAR ANAK MONYET". Ekspedisi menuju wahana keduapun berlanjut, ditengah ekspedisi aku ketemu ama seseorang yang udah tua, tapi bukan tua-tua keladi.
Aku mau nanyak ama orantua itu "Sekarang jam berapa?" just it, but.....
"Pak, jam berapa?" kataku penuh sopan santun.
Ternyata orang tua itu tadi cuma nyengir sambil senyum senyum didepanku.
"Wah, jangan jangan ni orang homo kali ya?" bisikku dalam hati.
Dan orang tua itu masih nyengir dan senyum-senyum tanda tak waras
"Waduh, jangan-jangan ni orang yang sandal jepitnya dicuri ama anak SMK yang di tivi itu kali ya. Bisa dianiyaya nih." bisikku dalam hati semakin galau.
Tanpa permisi tanpa salaman aku langsung lari melanjutkan ekspedisiku mencari buku pusaka legendaris sakti mandra guna Manusia Setengah Salmon. Dan sekali lagi aku nemu orang sangar ditengah ekspedisi berbahaya ini. Kali ini orangnya masih muda, rambutnya pirang, mukanya kayak orang jepang. Persis banget deh ama boyband-boyband jaman sekarang, tapi bedanya ini orang keliatan 100 kali lebih idiot dari pada saya. .
"Mas, mau nanyak, boleh?" kataku
"Silakan mau tanya apa?" jawabnya
"Jam berapa ya mas?" tanyaku
"Jam 09.15 dek." jawab mas boyband
"Bukan jam 09.45 mas? tanyaku
"Engga dek masih jam 09.15." balasnya
"Oh, lihat dimana mas?" pertanyaan bego
"Di jam tangan iniloh!" jawabnya sedikit emosi
"Jamnya beli dimana tuh mas?" pertanyaan bego selanjutnya
"Di toko bangunan dek!!" jawabnya sewot "Wow jawaban brilian sekali ala profesor jaman sekarang." bisikku dalam hati.
"Emang ada ya mas?" tanyaku penuh kepolosan ala bocah SMP kelas 3
"GAK ADA GOBLOK!!!" jawab mas boyband bagaikan naga yang menyemburkan api layaknya barongsai.
Lantas aku pergi melanjutkan ekspedisi yang sangat berbahaya dengan tamparan tiga kata penyejuk hati (lagi) "GAK ADA GOBLOK" dari mas boyband
Tet terereret, akhirnya aku sampai di depan Giant mall. Langsung deh capcus ke toko buku Karisma, dan ternyata masih belum buka. Ini adalah pemberitaun yang membuat saya depresi selama 20 menit. Kutunggu di lantai dua sekitar 20 menitan, lirik kiri-kanan, depan-belakang, atas-bawah, persis kayak komodo yang nyarik mangsa, sayangnya saya gak punya lidah sepanjang komodo dan saya selevel lebih ganteng daripada komodo. Camkan!
Setelah menunggu selama berabad-abad (catatan 20 menit = berabad abad jika situ dalam keadaan bete) aku masuk lagi ke Karisma dan langsung tanyak sama mas yang njaga.
"Mas buku Manusia Setengah Salmon ada gak?" tanyaku
"Oh gak punya dek." jawabnya
"Kenapa bisa gak punya mas? Bukunya best seller loh mas." bacotku
"Ya gak punya karena gak ada" jawabnya. Berhubung aku capek serta depresi, gak aku lanjutin percakapan sama mas yang tadi.
Akhirnya saya kembali ke habitat asal, menyudahi ekspedis mencari buku pusaka ditemani cahaya matahari dan deru ombak di alam mimpi.
dan itulah buku pusaka yang kucari selama berabad-abad ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar